Serunya menyaksikan Gerhana Matahari Total di Masjid Istiqlal Jakarta


Assalamualaikum wr. wb.

Hai, saya mau cerita sedikit tentang sebuah fenomena alam yang sangat langka di dunia. Secara teori saat di sekolah, tentu kita pernah dong belajar tentang Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan. Di blog ini, saya akan fokus pada Gerhana Matahari yang pernah saya rasakan beberapa kali semasa hidup, salah satunya adalah di Jakarta.

Gerhana Matahari Total adalah sebuah fenomena yang sangat jarang terjadi. Maka beruntunglah bagi masyarakat di muka bumi ini yang pernah menyaksikan kehebatan sang pencipta Alah SWT.

Kok bisa ya terjadi gerhana matahari? Gerhana matahari terjadi ketika posisi bulan terletak di antara Bumi dan Matahari. Gerhana Matahari Total terjadi apabila saat puncak gerhana, piringan Matahari ditutup sepenuhnya oleh piringan Bulan. Saat itulah, piringan Bulan sama besar atau lebih besar dari piringan Matahari. Ukuran piringan Matahari dan piringan Bulan sendiri berubah-ubah tergantung pada masing-masing jarak Bumi-Bulan dan Bumi-Matahari.

Nah, waktu terjadinya gerhana Matahari Total tahun 2016, saya dan suami saya Endik Koeswoyo serta Dina Faisal dan Lalu Hilman Afriandi (masih calon suaminya waktu itu) pergi ke Masjid Istiqlal Jakarta untuk melaksanakan sholat Gerhana berjamaah. Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk sholat Gerhana berjamaah ketika Gerhana berlangsung, baik itu Gerhana Bulan maupun Gerhana Matahari.

Maaf banget, karena peralatan saya minim, jadi saya gak bisa mengambil gimana wujud matahari yang secara perlahan terutup total. Tapi, semoga video di bawah ini bisa mengobati rasa keingintahuan kita tentang suasana di Masjid Istilal Jakarta saat itu.

 

Video ini adalah sebuah saksi dimana Indonesia, yaitu Jakarta pernah dilalui perisiwa Gerhana Matahari Total. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 9 Maret 2016.  Alhamdulillah, Allah meringankan langkah saya berserta keluarga ke Masjid Istiqlal Jakarta untuk melihat tanda-tanda kebesaran Allah, dan melaksakan sholat Gerhana di Masjid yang dibangun pada era Bung Karno itu. Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya datang bersama suami saya Endik Koeswoyo, saudara kembar saya Dina Faisal, Lalu Hilman Afriandi, dan teman kami Kak Edrida Pulungan.

Apa itu Sholat Gerhana 

Sholat Gerhana Matahari dalam Islam disebut Sholat Kusuf, sedangkan Sholat Gerhana Bulan disebut Sholat Khusuf. Hukum Sholat Gerhana bagi sebagian ulama adalah Sunnah Muakkadah.

Saat terjadinya fenomena alam seperti Gerhana Matahari atau Gerhana Bulan, maka kita disunnahkan untuk sholat gerhana sebagaimana yang tertulis dalam Firman & Hadits di bawah ini:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

“Dan dari sebagian tanda-tanda-Nya adalah adanya malam dan siang serta adanya matahari dan bulan. Janganla kamu sujud kepada matahari atau bulan tetapi sujudlah kepada Allah Yang Menciptakan keduanya. “ (QS. Fushshilat: 37)

Adapun sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ، لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا، فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى يَنْجَلِيَ

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah sebuah tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Keduanya tidak menjadi gerhana disebabkan kematian seseorang atau kelahirannya. Bila kalian mendapati gerhana, maka lakukanlah shalat dan berdoalah hingga selesai fenomena itu.” (HR. Bukhari No. 1043, Muslim No. 915)

Adapun syarat melaksanakan sholat Gerhana adalah:
- Mensucikan diri
- Niat sholat Gerhana
- Sholat dilakukan berjamaah dan dilakukan sebanyak 2 rakaat, dimana tiap-tiap rakaat dilakukan dengan 2 kali berdiri, 2 kali ruku, dan 2 kali sujud seperti biasa. Hal yang sama dilakukan pada rakaat kedua.
- Setelah salam, diilanjutkan dengan Khutbah


Niat Sholat Gerhana Matahari & Gerhana Bulan

Niat sholat Gerhana Matahari (Kusuf):

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
(Usholli Sunnatan Likusuufis Syamsi Roka’taini Lillahitaa’ala)

Artinya : “Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat karena Allah ta’ala ”

Niat Sholat Gerhana Bulan (Khusuf):

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
(Usholli Sunnatan Likhusuufil Qomari Roka’taini Lillahitaa’ala)

Artinya : “Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala”


Demikian ulasan singkat saya tentang Gerhana Matahari Total. Kurang lebihnya mohon dimaafkan. Semoga bermanfaat yah.

Sehat & Sukses Selalu,


Dita Faisal

Posting Komentar untuk "Serunya menyaksikan Gerhana Matahari Total di Masjid Istiqlal Jakarta"